PENANGKARAN BENIH JAGUNG MANIS
(Zea mays saccaharata)
Dibidang kegiatan on farm yaitu dalam bidang teknik produksi
benih bukan hanya semata-mata hanya menangkarkan benih atau hanya sekedar
menguji benih yang sudah ada,untuk dijadikan benih yang bermutu dan berkualitas
baik. Namun disini teknik produksi benih akan secara langsung terlibat dalam
bagaimana cara berbududaya tanaman yang baik dan benar, dari mulai persiapan
lahan, perawatan, pemanenan dan mengolah hasil produksi menjadi benih yang
bermutu hingga proses pemasarannya.
Disini kita mahasiswa Teknik Produksi Benih VEDCA Cianjur
akan berbagi tentang bagaimana proses penangkaran benih jagung manis (Zea mays saccharata) varietas
"TALENTA" yang baik dan benar sesuai petunjuk teknisnya. Sebelumnya
kita akan memberikan informasi tentang benih atau bibit jagung manis yang kita
gunakan dalam penangkaran benih jagung manis (Zea
mays saccharata). Benih
varietas yang kali ini yang kita gunakan dalam penangkaran yaitu yaitu benih
varietas "TALENTA".
Benih varietas TALENTA merupakan benih bermutu tinggi,
tanaman kokoh dengan tinggi 170
- 200 cm, mempunyai ketahanan terhadap penyakit karat dan hawar daun. Ukuran
tongkol 22 cm x 6 cm dengan bobot per tongkol rata-rata 310 - 450 gram.
Mulai dapat di panen pada umur 80 - 100 HST bila ditangkarkan menjadi benih.
Lanjut ke bagaimana cara mahasiwa Teknologi Produksi benih dalam proses
budidaya jagung manis dalam penangkaran benih.
Cara bududayanya
tidak jauh beda seperti halnya bududaya jagung manis pada umumnya.
Namun, disini kita memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan
petani-petani awam. Contohnya dalam melakukan pempukan kita mengetahui apa tujan dan manfaat dari pemupukan tersebut, sedangkan petani-petani awam tersebuat kebanyakan mengartikan pemupukan hanyalah sekedar rutinitas yang biasa dilakukan dalam budidaya tanaman.
1. Isolasi Jarak dan Waktu Tanam
Dalam suatu penangkaran benih, mengetahui isolasi jarak adalah suatu hal yang penting. Artinya Lahan yang akan ditanami jagung manis harus bebas dari tanaman sejenis varietas lain (isolasi), untuk menjamin kemurnian benih yang akan dihasilkan nanti. Isolasi ada dua cara, yaitu isolasi waktu yang berhubungan dengan saat tanam dengan tanam jagung varietas lain yaitu sekitar 30 hari, serta isolasi jarak, yang berhubungan jarak minimal dengan lokasi tanaman jagung varietas lain yaitu sekitar 400 - 500 m.
2. Pembersihan lahan
Pembersihan lahan merupakan tahap awal yang harus dilakukan dalam penangkaran benih. pemebersihan lahan meliputi pemebsihan gulma disekitar bedengan dan drainase, tumbuhan-tumbuhan kecil, dan batu serta sampah-sampah yg terdapat disekitar areal yang akan ditanami. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan dalam proses penanaman dan perawatan.
![]() |
| Gambar 1. Pembersihan Lahan |
![]() |
| Gambar 2. Pembersihan Lahan |
Lahan yang sudah bersih kemudian diberikan pupuk dasar, pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang sebanyak ± 40 karung. Pemupukan dilakukan dengan cara membuat parit dipinggiran bedengan, kemudian pupuk ditebar dan ditutup kembali. Dan sebelum dilakukan penanaman dilakukan juga penaburan pupuk kimia yaitu Urea, TSP, dan KCL, dengan dosis Urea100k, TSP 100 kg dan KCL 17 kg dengan luasan 0,3/Ha.
![]() |
| Gambar 3. Pembuatan Larikan Pemupukan Dasar |
![]() |
| Gambar 4. Penaburan Pupuk dasar (Pupuk Kandang) |
![]() |
| Gambar 5. Penaburan Pupuk Dasar (Pupuk Kimia) |
Pastikan sebelum penanaman dilakukan lahan atau areal yang akan ditanami dalam keadaan besih dan telah dilakukan pemupukan dasar terlebih dahulu.
- Penaman dilakukan dengan cara membuat lubang tanam dengan tugal, dengan kedalan 5 cm.
- Dengan jarak tanam 70 x 30 cm dengan jumlah benih per lubang 1.
- Penanaman diiringi dengan pemberian insektisida dengan dosis 0,3 gr/lubang tanam, agar terhindar dari serangan semut.
![]() |
| Gambar 6. Pembuatan lubang tanam dan pembrian insektisida |
5. Perawatan
Perawatan yang dilakukan meliputi penyulaman, penyiangan, pengairan, pembumbunan, pemupukan, rouguing, dan pengendalian HPT.
- Penyulaman
- Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dan pembumbunan perlu dilakukan, mengingat bibit yang masih muda ini akan menghendaki perlindungan dari tumbuhan pengganggu atau gulma, atau tanaman lainnya. Tujuan pembumbunan ialah untuk mempeperkuat berdirinya batang atau tanaman jagung.Selain itu pembumbunan berarti menyedikan makanan yang ada pada tanah yang digunakan untuk membumbun.
- Pengairan
Pengairan/penyiraman dilakukan tegantung curah hujan biasanya dilakukan sebanyak 10-12 kali dari saat tanam hingga panen, tanaman jagung manis sangat memerlukan air cukup pada saat penanaman, pembumbunan, dan pengisian biji. Buat saluran pembuangan air yang baik agar air tidak menggenang. penyiraman bisa dilakukan dengan menggunakan gembor, atau gayung.












Sebagai awal 'pengenalan profil', OK!.
BalasHapusMohon lengkapi dan selalu 'up-date': detail kegiatan sesuai tahapan dan perkembangan kegiatan 'on-farm'. Di alinea 5 baris 2, Anda menyatakan: 'memiliki kualitas yang lebih baik dari petani ...?'. Apa kualitas yang lebih baik 'yang mahasiswa miliki???!!!
Selamat menikmati dan menekuni 'wahana unjuk prestasi melalui ON-FARM'. Buktikan: mahasiswa D4 - Teknologi Produksi Benih Politeknik VEDCA - joint program POLIJE memiliki kualitas yang lebih ....???!!. Selamat ber ON-FARM ria.
terimakasih pak atas masukannya. akan segera saya lengkapi dan perbaki menjadi yang lebih baik.
BalasHapuskakoi desu senpai ^O^ arigatou gozaimasu, karena blog ini aku jadi tau sekilas tentang menanam jagung. mksh kk (>^^<)
BalasHapus